Apr 19, 2009

Joe Sacco, Friedman, Huntington dan Sagmeister

Saya suka membaca tulisannya Thomas L. Friedman, satu bukunya yang pernah saya baca berjudul "Memahami Globalisasi: Lexus dan Pohon Zaitun"  om yg berkumis ini menuliskan tentang ironisme yang muncul dari belahan negara yang berbeda. Friedman yang pernah bekerja di New York Times menulis buku itu dengan memaparkan kehidupannya sendiri ketika di Timur Tengah dan memahaminya sebagai kondisi yang wajib dipikirkan sebagai seorang amerika.

Pohon Zaitun atau Olive tree mempunyai nilai historis sendiri di Timur tengah atau tepatnya palestina. Membaca Grafik Novelnya Joe Sacco yang juga seorang journalis grafis, Palestine menggambarkan betapa berharganya pohon zaitun yang sudah menemani dalam kehangatan dan menafkahi hidup setiap keluarga. yang meraka anggap sebagai perlambang tanah air mereka. berbeda dengan Lexus yang melambangkan kemakmuran, kemewahan, hedonis dll.

Tanpa hrus dipaksakan, globalisasi tentunya akan menyebar sendiri. setelah munculnya gelombang anti trust terhadap nation-state, dan dilanjutkan dengan peradabannya Huntington, kini tersisa adalah globalisasi. Nilai pribadi yang dipertahankan. Kemunculan merk-merk raksasa yang jelas jelas komersil menguras pundi-pundi uang kita, malahan menjadi tempat yang aman bersandarnya global society. McD, Nike, MTV, Nokia dll membuktikan kita tidak pernah protes dengan kehadiran dan aturan mereka. Menilik lagi teori dari  seorang maestro desain, Sagmeister mengenai personal development, just Keeping A Diary supports personal development.

apa bener?

0 speaks: